Facebook SDK

1. Problem: Tentukan digit terakhir dari 819. Solusi: Banyak siswa akan mencoba menyelesaikan masalah tersebut dengan menggunakan perpangkatan yang dihitung dengan menggunakan kalkulator. Tetapi kalkulator tidak dapat memberikan hasil dari pangkat 8 karena keterbatasan ruang tampilan digit. Sehingga mereka harus menyelesaikan dengan metode yang lain. Strategi yang dapat digunakan adalah dengan menemukan pola perpangkatan sebagai berikut.

81=885=32.768
82=6486=262.144
83=51287=2.097.152
84=4.09688=16.777.216

Perhatikan pola yang terjadi, digit terakhir berulang melingkar tiap empat kali (8, 4, 2, 6, 8, 4, 2, 6, …). Sekarang kita dapat mengaplikasikan aturan pola yang terbentuk. Pangkat yang kita cari adalah 19, jika dibagi 4 memberi sisa 3. Oleh karena itu digit terakhirnya akan sama dengan digit terakhir pada 815,811,87,83 yaitu 2.


2. Problem: Tentukan digit terakhir dari hasil berikut 1325+481+5411. Solusi: Siswa dapat mencari pola perpangkatan yang terbentuk dari ketiga bilangan tersebut.

Untuk perpangkatan 13 kita peroleh:

131=13135=371.293
132=169136=4.826.809
133=2.197137=62.748.517
134=28.561138=725.731.721

Digit terakhir untuk pangkat 13 berulang sebagai 3, 9, 7, 1, 3, 9, 7, 1, … berulang melingkar tiap empat kali. Jadi, 1325 mempunyai digit terakhir yang sama dengan 131 yaitu 3.

Untuk perpangkatan 4 kita peroleh:

41=445=1.024
42=1646=4.096
43=6447=16.384
44=25648=65.536

Digit terakhir untuk pangkat 4 berulang sebagai 4, 6, 4, 6, 4, 6, … berulang melingkar tiap dua kali. Jadi, 481 mempunyai digit terakhir yang sama dengan 41 yaitu 4.

Digit terakhir untuk perpangkatan 5 haruslah 5 (misalnya 5, 25, 125, 625, …). Jumlah yang kita cari adalah 3+4+5=12, yang mempunyai digit terakhir 2.


3. Problem: Berapa banyak digit hasil perpangkatan berikut (111.111.111)2? Tentukan juga berapa digit tengahnya? Solusi: Beberapa siswa mungkin akan segera menyerah saat mendapati soal ini, meski terlihat hanya sebuah perkalian biasa, tetapi kalkulator tidak dapat digunakan sampai 9 digit.

Kita dapat menyelesaikan soal ini dengan melihat pola sebagai berikut:

  • 1 digit 12=1 → 1 digit, digit tengah = 1

  • 2 digit 112=121 → 3 digit, digit tengah = 2

  • 3 digit 1112=12321 → 5 digit, digit tengah = 3

  • 4 digit 11112=1234321 → 7 digit, digit tengah = 4 ⋮

  • 9 digit (111.111.111)2=12345678987654321 → 17 digit, digit tengah = 9

Jadi, ada 17 digit yang dihasilkan dengan digit tengahnya adalah 9.


4. Problem: Berapakah jumlah bilangan pada baris ke-25 pada bentuk berikut.

Berapakah jumlah bilangan pada baris ke 25 pada bentuk berikut
1
5
9 11
13 15 17 19

Solusi: Siswa dapat melanjutkan menulis angka ganjil pada barisan hingga baris ke-25. Tapi kita dapat menyelesaikan masalah ini dengan menemukan pola yang terbentuk sebagai berikut

Jadi, pada baris ke-25 jumlahnya adalah

253=15.625.


5. Problem: Pada sebuah barisan 1, 3, 2, … setiap bilangan setelah dua bilangan pertama diperoleh dari mengambil suku sebelumnya yang dikurangi dengan suku sebelumnya. Tentukan jumlah 25 suku pertama dari barisan tersebut.

Solusi: Cara yang paling meyakinkan untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan menuliskan 25 suku lalu menjumlahkannya. Banyak siswa biasanya memilih untuk menjumlahkan semua suku positif, menjumlahkan semua suku negatif, lalu menjumlahkan hasil keduanya.

Kita dapat menyelesaikan masalah ini dengan mencari beberapa suku selanjutnya sehingga kita dapat menemukan pola yang terbentuk sebagai berikut:

1,3,2,1,3,2,1,3,2,1,3,2,

Polanya sudah terlihat. Barisan itu membentuk 6 suku berulang secara melingkar. Selanjutnya jumlah ke-6 suku tersebut adalah 0. Oleh karena itu jumlah 24 suku pertama adalah 0 dan suku ke-25 adalah 1, maka diperoleh jumlah 25 suku pertama dari barisan itu adalah 1.

6. Problem: Misalkan kita mempunyai suatu mesin yang hanya dapat mengoperasikan bilangan-bilangan yang diberikan dan bukan bilangan lainnya. Jadi, jika kita memasukan angka 3, mesin hanya akan mengoperasikan dengan 3. Mesin ini menggunakan operasi dasar dari aritmatika (penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian) baik dalam operasi itu sendiri maupun dikombinasikan. Berikut ini adalah tabel yang berisi kelima hasil dan masukan dari x =1 sampai 5.



Berapakah hasil yang diperoleh jika kita memasukkan angka 9?

Solusi: Banyak siswa akan mulai mengerjakan masalah ini dengan mencoba menebak aturan dari fungsi tersebut. Cara ini sangat sulit dan menghabisakan banyak waktu. Meskipun demikian, di sisi lain masalah ini dapat diselesaikan dengan menggunakan strategi melihat suatu pola dengan beberapa alasan untuk menentukan apakah fungsi dari mesin ini dapat dilakukan ketika kita memasukan sebuah angka. Hasilnya akan tampak mendekati hasil pangkat tiga dari bilangan yang diberikan. Hal itu dapat dilihat dalam tabel berikut:


Bagaimanapun juga, karena hasil yang kita peroleh hanya mengandung angka yang dimasukkan, kita harus menyatakan x3 sebagai xxx dan (x1) sebagai (xx/x). Jadi aturan kita untuk hasil operasi dari masukan x tampaknya seperti xxx+(xx/x). Jadi jawaban dari soal diatas adalah 999+(99/9)=93+8=729+8=737.


7. Problem: Tentukan jumlah dari 20 bilangan ganjil yang pertama?

Solusi: Bilangan ganjil yang kedua puluh adalah 39. Jadi, kita berharap untuk menemukan jumlah dari 1+3+5+7++33+35+37+39. Tentunya, beberapa siswa mungkin memutuskan untuk menyelesaikan soal ini dengan menuliskan semua bilangan ganjil dari 1 sampai dengan 39 dan menjumlahkan semua bilangan itu. Alternatif jawaban lainnya yaitu mereka dapat menekan setiap bilangan yang diurutkan tadi pada kalkulator dan memperoleh hasil penjumlahnya. Cara ini memang baik, namun kelihatnya terlalu menghabiskan waktu dan ada kemungkinan terjadi kesalahan.

Beberapa siswa lainnya mungkin akan menerapkan strategi dalam cara yang sama kita meyakini apa yang pernah dilakukan oleh Carl Fredrich Gauss ketika dia masih SD. Hal ini termasuk dalam mendaftar 20 bilangan ganjil sebagai berikut: 1, 3, 5, 7, 9, …, 33, 35, 37, 39. Sekarang kita mencatat bahwa jumlah dari bilangan pertama dan bilangan ke-20 adalah 1+39=40, jumlah dari bilangan ke-2 dan bilangan ke-19 juga sama dengan 40 (37+3), dan seterusnya. Hal ini mensyaratkan berapa banyak penjumlahan yang membentuk bilangan 40 tadi. Oleh karena ada 20 bilangan yang akan kita cari, maka kita memiliki 10 pasangan, kemudian untuk mendapatkan jawabannya kita kalikan 10×40=400.

Kita dapat menguji masalah/pertanyaan ini dengan melihat pola yang terbentuk, akan tetapi dalam cara yang berbeda.


Dari tabel diatas kita dapat melihat dengan jelas jumlah dari n bilangan ganjil pertama adalah n2. Dengan demikian jawaban atas pertanyaan di atas sangat singkat yaitu 202=400.


8. Problem: Enam suku pertama ditampilkan pada gambar di bawah ini. Jika barisan berlanjut dalam pola seperti di bawah ini, berapa banyak persegi yang akan terbentuk pada suku kesepuluh dan berapa banyak persegi yang akan diarsir?



Solusi: Tentunya kita dapat melanjutkan gambar diatas dengan menambahkan baris pada bagian atas dan bawah hingga kita mendapatkan gambar yang terbentuk dari persegi yang kesepuluh. Kita akan mudah menghitung banyaknya persegi yang ada dan berapa banyak yang diarsir. Akan tetapi, jika kita mengurutkan data dalam sebuah tabel, kita akan menemukan suatu strategi dengan mencari suatu pola yang terbentuk, jika ada pola yang terbentuk maka hal ini mungkin akan membantu kita untuk menyelesaikan masalah/soal diatas. Dengan memisalkan kesimpulan dari data diatas kita dapat menuliskan dalam tabel berikut ini:


Pemisalan yang pertama dengan melihat total bilangan dari persegi. Disini ada pola yang terbentuk. Beda antara setiap suku adalah 4, 6, 8, 10, … . Dengan kata lain, 1+4=5, 5+6=11, 11+8=19, 19+10=29, dan seterusnya. Sekarang kita menguji jumlah baris pada persegi yang diarsir. Catat bahwa beda antara setiap suku di setiap pola adalah 2, 4, 4, 6, 6, … . Dengan demikian kita dapat melengkapi tabel sampai dengan suku ke-10:


Hal ini berarti pada gambar ke-10 akan ada 109 persegi dan 59 diantaranya adalah persegi yang diarsir.

Kita dapat menguji hasil ini dengan menggambar suku ke-7 dan memeriksa kebenaran dari pola yang telah kita temukan. Dengan begitu, pertanyaannya, untuk mendapatkan 55 persegi, apakah 31 persegi yang terarsir? Ya. Jadi, kita dapat menyimpulkan bahwa pola yang kita temukan benar dan berlaku untuk semua suku yang akan dibentuk.



9. Problem: Berapakah hasil bagi dari 1 dibagi dengan 500.000.000.000?

Solusi: Masalah/soal diatas tidak dapat diselesaikan dengan menggunakan kalkulator yang lazim digunakan oleh siswa, hal ini dikarenakan jawabannya memuat banyak tempat yang tidak dapat ditampilkan oleh kalkulator. Masalah ini dapat dikerjakan secara manual, meskipun proses perhitungan sering mengarah pada satu kesalahan yang terjadi pada bilangan yang terlalu besar dari nol dalam jawabannya. Kita mungkin akan menyelidiki jawaban kita dengan berupaya memulai dari sebuah pembagi terkecil. Kemudian meningkatkan pembagi dan melihat jika terbentuk suatu pola tertentu. Catat bahwa strategi untuk menemukan pola tertentu kita gunakan dalam masalah ini.


Berdasarkan tabel di atas, maka jawaban yang benar sangat mudah kita peroleh. Jumlah angka nol setelah koma desimal dan sebelum angka 2 adalah sama seperti jumlah angka nol dalam pembagian.

Jadi, hasil bagi dari 1 : 500.000.000.000 adalah 0,000000000002


10. Problem: Jika kita melanjutkan menulis bilangan bulat dari 2 sampai 1.000 pada tabel dibawah ini, manakah kolom yang akan terisi dengan angka 1000?

Solusi: Para siswa akan menyelesaikan masalah ini dengan menghitung tempat dari bilangan ke dalam kolom yang ada sampai menemukan angka 1.000. Melalui cara ini, kita mengasumsikan bahwa mereka tidak membuat suatu kesalahan dalam menempatkan tempat dan perhitungan. Mereka akan tiba pada jawaban yang benar, yaitu, 1.000 yang terdapat tepat pada kolom C. Hal ini tentunya merupakan suatu pekerjaan yang menghabiskan waktu.

Kita akan mencoba menyelesaikan masalah ini dengan cara yang berbeda, yaitu dengan melihat sebuah pola yang terbentuk. Angka-angka yang tertera pada tabel tampaknya setiap letak dari kata-kata di atas memberi ciri tertentu sesuai dengan sebuah pola. Misalkan, kita mencoba untuk menggambarkan apa pola yang terbentuk. Terdapat 8 kolom yang dibentuk oleh 8 kata. Apakah mungkin jika kita membagi angka-angka itu dalam setiap kolom dengan 8?

  • Setiap angka dalam kolom A memberi sisa 1

  • Setiap angka dalam kolom B memberi sisa 2

  • Setiap angka dalam kolom C memberi sisa 0

  • Setiap angka dalam kolom D memberi sisa 3

  • Setiap angka dalam kolom E memberi sisa 7

  • Setiap angka dalam kolom G memberi sisa 6

  • Setiap angka dalam kolom H memberi sisa 5

Misalkan kita membagi bilangan 1000 dengan 8 maka akan diperoleh sisa 0. Dengan demikian, angka 1.000 akan terletak pada kolom C.

Catatan: Untuk menentukan suatu tempat/letak dengan ciri soal di atas, kita dapat menggunakan sistem modulo. Semua bilangan dapat dijadikan kategori sisa dari 1 sampai 7 ketika dibagi dengan 8. Sebagai contoh, kita punya bilangan-bilangan: 5, 13, 21, 29, …, bilangan-bilangan ini sama dengan 5 modulo 8.


11. Problem: Hitunglah jumlah dari 100 bilangan genap pertama. Solusi: 100 bilangan pertama yaitu 2,4,6,…,198,200. Jumlah 100 bilangan pertama yaitu 2+4+6++198+200.

Soal ini dapat diselesaikan dengan menghitungnya satu persatu baik secara manual ataupun kalkulator, tetapi hal itu bukanlah cara yang cerdas untuk menyelesaikannya. Jika kita perhatikan bahwa kita bisa memasangkan angka pertama dan angka terakhir lalu menjumlahkannya, begitu juga angka kedua dan angka kedua terakhir, sehingga menghasilkan pola seperti di bawah ini:

  • 2+200=202

  • 4+198=202

  • 6+196=202

Dan seterusnya, maka akan ada 50 pasangan bilangan yang mempunyai jumlah yang sama, maka jumlah 100 bilangan genap pertama adalah 50×202=10.100.

Penyelesaian alternatif lainnya yaitu mengamati pola penjumlahan pada tabel berikut ini:

Banyaknya bilangan genapPertama yang dijumlahkanJumlahPola
12= 2= 1·2
22+4= 6= 2·3
32+4+6= 12= 3·4
42+4+6+8= 20= 4·5
= n(n+1)

Berdasarkan pola tabel di atas, maka jumlah 100 bilangan genap pertama adalah 100(100+1)=10.100.


12. Problem: Perhatikan peta sebuah kota berikut.


Billy tinggal di Jalan Fairfield no.4 dan Betty tinggal di Jalan Appleton no.8. Jika Billy akan mengunjungi rumah Betty dengan arah perjalanannya hanya timur dan utara, maka ada berapa banyak rute berbeda yang bisa ditempuh oleh Billy?

Solusi: Pada umumnya, siswa mencoba menggambarkan rute perjalanan yang bisa ditempuh sesuai dengan arah perjalanan yaitu hanya utara timur dan utara, tetapi ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Kemudian, beberapa siswa menyadari bahwa ada 5 jalan yang bisa ditempuh melalui arah utara (5U) dan 4 nomor yang bisa ditempuh melalui arah timur (4T), sehingga siswa bisa membuat daftar rute yang berbeda dengan menyusun huruf “U” dan “T”, seperti:

  • UUUUUTTTT

  • UUUUTTTTU

  • UUUTTTTUU

  • UTUTUTUTU

dan sebagainya, maka kita bisa menggunakan rumus faktorial untuk menentukan banyaknya rute yang berbeda (5U, 4T, total huruf = 9) yaitu:

9!5!4!=126

Banyaknya rute perjalanan yang bisa ditempuh Billy adalah 126 cara.

Penyelesaian alternatif lainnya adalah dengan menemukan pola dari rute perjalanannya. Angka pada gambar menunjukkan banyaknya cara pada titik tersebut yang bisa dilalui baik melalui arah utara ataupun timur dimulai dari titik rumah Billy sampai titik rumah Betty. Jika kita perhatikan, angka-angka pada setiap titik sama halnya dengan angka pada segitiga pascal.


Jadi, banyaknya rute perjalanan yang bisa ditempuh Billy adalah 126 cara.



13. Problem: Berapa banyak sudut yang dibentuk dari 10 garis berbeda yang berasal dari titik awal yang sama?

Solusi: Menggambar garis dan menghitung sudut yang terbentuk dimulai dari 1 garis, 2 garis, 3 garis, 4 garis, lalu memperhatikan pola hubungan antara banyak garis dan sudut adalah langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk menyelesaikan masalah ini.


Tanpa perlu menggambarkan 10 garis dan menghitung banyak sudutnya, kita bisa menentukan banyaknya melalui pola bilangan yang tercipta yaitu 0, 1, 3, 6, 10, 15, 21, … merupakan barisan aritmatika yang mempunyai beda 1, 2, 3, 4, 5, …, maka jika kita teruskan barisan aritmatika tersebut sampai suku ke-10 yaitu 0, 1, 3, 6, 10, 15, 21, 28, 36, 45.

Jadi, banyaknya sudut untuk 10 garis adalah 45 sudut.


14. Problem: Hitunglah jumlah dari deret berikut

Solusi: Untuk menjumlahkan keseluruhan suku di atas, perhatikan pola penjumlahan berikut ini dimulai dari 1 suku pertama, 2 suku pertama, 3 suku pertama dan 4 suku pertama.

  • Penjumlahan 1 suku pertama

  • Penjumlahan 2 suku pertama

  • Penjumlahan 3 suku pertama

  • Penjumlahan 4 suku pertama

Berdasarkan pola di atas, maka kita bisa menemukan pola jumlah deret pecahan tersebut yaitu bilangan perkalian dari penyebut suku terakhirnya. Jadi, penjumlahan deret di atas sampai 1/49.50 sebagai suku terakhir adalah 49/50.

Penyelesaian alternatif lainnya, yaitu dengan mengenali pola bentuk lain dari pecahan berikut ini:


112+123+134++14950=(1112)+(1213)++(149150)
=11150=4950


15. Problem: Tentukan 2 suku selanjutnya dari barisan berikut 1, 0, 2, 3, 3, 8, 4, 15, 5, …

Solusi: Jika kita perhatikan dengan seksama, terdapat dua jenis barisan berdasarkan posisi suku pada barisan di atas, yaitu:

  • Barisan posisi ganjil: 1, 2, 3, 4, 5, … → dari pola ini dapat dilihat bahwa suku selanjutnya adalah 6.

  • Barisan posisi genap: 0, 3, 8, 15, … → dari pola ini dapat dilihat bahwa beda antara satu suku dengan suku sesudahnya yaitu 3, 5, 7, yang merupakan bilangan ganjil berurutan, maka beda selanjutnya adalah 9. Jadi suku selanjutnya adalah 24.

Jadi, 2 suku selanjutnya dari barisan berikut 1, 0, 2, 3, 3, 8, 4, 15, 5, adalah 24 dan 6.

Problem: Hasil dari

112+1+122+2+132+3++120092+2009+120102+2010=

Solusi: Penyelesaian untuk masalah ini, yaitu dengan mengenali pola bentuk lain dari pecahan berikut ini:

112+1=211(1+1)=1112
122+2=322(2+1)=1213
132+3=433(3+1)=1314

120102+2010=201120102010(2010+1)=1201012011

Sehingga:

112+1+122+2+132+3++120102+2010=(1112)+(1213)++(1201012011)
=1112011=20102011


17. Problem: Jika P=34+536+7144++40212010220112=

Solusi: Penyelesaian untuk masalah ini, yaitu dengan mengenali pola bentuk lain dari pecahan berikut ini:

34=22121222=112122
536=32222232=122132
7144=42323242=132142

40212010220112=20112201022010220112=120102120112

Sehingga:

34+536+7144++40212010220112=(112122)+(122132)++(120102120112)
=1120112


18. Problem: a) Berapakah banyaknya persegi yang berbeda pada papan catur 8 x 8?

Solusi:

Pada papan catur, banyak orang menghitungnya bahwa kotak (persegi) kecil adalah 64. Perlu diingat bahwa papan catur tersebut terdiri dari persegi dengan ukuran 1x1, 2x2, 3x3, …, 8x8. Bagaimana Anda menghitungnya?

Lebih sederhananya, perhatikan gambar seri berikut:

Maksud dari gambar adalah:

  • 1x1 artinya persegi dengan ukuran 1x1

  • 2x2 artinya persegi dengan ukuran 2x2

  • 3x3 artinya persegi dengan ukuran 3x3

  • 4x4 artinya persegi dengan ukuran 4x4

b) Selanjutnya temukan banyak persegi pada gambar susunan persegi (chekerboard) 3 x 3 berikut.


Solusi:


c) Temukan banyak persegi pada gambar susunan persegi (chekerboard) 4 x 4 berikut.


Solusi:

Dari memperhatikan 2 (dua) contoh tersebut, maka hasil untuk menentukan banyaknya persegi pada susunan persegi 5x5, dapat ditunjukkan pada tabel berikut. Perlu diperhatikan bahwa: 1=12, 4=22, 9=32, dan 16=42.

Dengan demikian Anda dapat menentukan bahwa banyak persegi pada susunan persegi papan catur adalah:

82+72+62+52+42+32+22+12=204


Referensi:

  • Harmini, Sri. Roebyanto, G. Winarni, E.S. (2010). Strategi Pemecahan Masalah Heuristik IV. Dalam pjjpgsd.dikti.go.id/.../Pemecahan%20Masalah. [Diunduh 17 Desember 2011].

  • Posamentier, Alfred S dan Stephen Krulik. (1998). Problem Solving Strategies for Efficient and Elegant Solutions: A Resource for the Mathematics Teacher. California: Corwin Press, Inc.

  • Setiawan. (2010). Strategi Umum Problem Solving dalam Pembelajaran Matematika. Dalam http://problemsolving.p4tkmatematika.org. [Diunduh 16 Desember 2011].

  • Setiawan, Tedy dan Kusnaedi. (2010). Strategi Pemecahan Masalah Soal-soal Matematika Seleksi Kontes Olimpiade 3. Bandung: Pelatihan Guru MGMP Matematika.

  • Sumardyono. (2010). Tahapan dan Strategi Memecahkan Masalah Matematika. Dalam http://p4tkmatematika.org/file/problemsolving. [Diunduh 17 Desember 2011].

 

Post a Comment

Berkomentar sesuai dengan judul blog ini yah, berbagi ilmu, berbagi kebaikan, kunjungi juga otoriv tempat jual aksesoris motor dan mobil lengkap

Lebih baru Lebih lama