Facebook SDK

          Soal Simak UI IPS Terpadu


PETUNJUK UMUM 

  1. Sebelum mengerjakan ujian, periksalah terlebih dulu, jumlah soal dan nomor halaman yang terdapat pada naskah soal. Naskah soal ini terdiri dari 13 halaman. 
  2. Tulislah nomor peserta Anda pada lembar jawaban di tempat yang disediakan. 
  3. Tulislah kode naskah soal ini, pada lembar jawaban di tempat yang disediakan. Kode naskah soal ini: 805
  4. Bacalah dengan cermat setiap petunjuk yang menjelaskan cara menjawab soal. 
  5. Pikirkanlah sebaik-baiknya sebelum menjawab tiap soal, karena setiap jawaban yang salah akan mengakibatkan pengurangan nilai (penilaian: benar +4, kosong 0, salah -1). 
  6. Jawablah lebih dulu soal-soal yang menurut Anda mudah, kemudian lanjutkan dengan menjawab soal-soal yang lebih sukar sehingga semua soal terjawab. 
  7. Tulislah jawaban Anda pada lembar jawaban ujian yang disediakan. 
  8. Untuk keperluan coret-mencoret, harap menggunakan tempat yang kosong pada naskah soal ini dan jangan pernah menggunakan lembar jawaban karena akan mengakibatkan jawaban Anda tidak dapat terbaca. 
  9. Selama ujian, Anda tidak diperkenankan bertanya atau meminta penjelasan mengenai soal-soal yang diujikan kepada siapapun, termasuk kepada pengawas ujian. 
  10. Setelah ujian selesai, Anda diharapkan tetap duduk di tempat Anda sampai pengawas ujian datang ke tempat Anda untuk mengumpulkan lembar jawaban. 
  11. Perhatikan agar lembar jawaban ujian tidak kotor, tidak basah, tidak terlipat, dan tidak sobek.

PETUNJUK KHUSUS 

  • PETUNJUK A: Pilih satu jawaban yang paling tepat. 
  • PETUNJUK B: Soal terdiri dari 3 bagian, yaitu PERNYATAAN, kata SEBAB, dan ALASAN yang disusun berurutan. Pilihlah:
    (A) Jika pernyataan benar, alasan benar, dan keduanya menunjukkan hubungan sebab dan akibat
    (B) Jika pernyataan benar, alasan benar, tetapi keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab dan akibat
    (C) Jika pernyataan benar dan alasan salah
    (D) Jika pernyataan salah dan alasan benar
    (E) Jika pernyataan dan alasan keduanya salah 
  • PETUNJUK C: Pilihlah:
    (A) Jika (1), (2), dan (3) yang benar
    (B) Jika (1) dan (3) yang benar
    (C) Jika (2) dan (4) yang benar
    (D) Jika hanya (4) yang benar
    (E) Jika semuanya benar

IPS TERPADU

EMISI KARBON Hasil analisis 150 ahli emisi karbon terhadap enam sumber emisi, terhitung emisi karbon Indonesia pada 2005 mencapai 2,3 giga ton per tahun. Jika tidak dilakukan kebijakan pencegahan, pada tahun 2030 emisi karbon Indonesia diperkirakan menjadi 3,55 giga ton per tahun. Emisi karbon tahun 2005 itu menempatkan China dan Amerika Serikat sebagai dua negara emiter terbesar di dunia. Jejak karbon di atmosfer sejak era industrialisasi, sumbangan AS dan negara maju masih jauh lebih besar daripada negara di kawasan Asia. Dengan kebijakan mitigasi yang didukung dunia internasional, Indonesia mampu berperan besar menurunkan emisi karbonnya. Hingga tahun 2030, hasil penelitian yang dilakukan konsultan internasional yang digunakan di 15 negara itu, Indonesia berpeluang menurunkan emisi karbon 2,3 giga ton atau 2,3 miliar ton. Jika terwujud, tahun 2030 emisi karbon Indonesia tersisa 1,3 giga ton per tahun. Peluang penurunan emisi ada di enam sektor, yakni kehutanan dan lahan gambut, energi, transportasi, pertanian, semen, serta gedung. Dari keenam sektor, potensi terbesar pengurangan emisi yaitu dari sektor kehutanan dan lahan gambut, di antaranya melalui pencegahan konversi hutan (deforestasi), penanaman kembali, dan rehabilitasi lahan gambut. Indonesia berkepentingan agar mekanisme reduksi emisi akibat deforestasi dan degradasi lahan (REDD) diadopsi dalam rezim baru pasca-Protokol Kyoto di Kopenhagen, Denmark, Desember 2009.


Gunakan Petunjuk A dalam menjawab soal nomor 46.

  1. Banyaknya faktor prima dari tahun terbesar yang disebutkan pada bacaan adalah n, maka 3nlog8=.... (A) 4 (B) 4,5 (C) 5 (D) 5,5 (E) 6


Gunakan Petunjuk B dalam menjawab soal nomor 47 sampai nomor 50.

  1. Komoditas yang menjadi topik pembahasan dalam bacaan di atas merupakan barang bebas (free good). SEBAB Ciri barang bebas adalah tersedia dalam jumlah melimpah sehingga untuk memperolehnya tidak diperlukan pengorbanan.

  2. Secara Geografis penurunan emisi di enam sektor yang disebutkan dalam bacaan, kesemuanya dapat dikaji dengan menerapkan konsep persebaran. SEBAB Sektor pertama yang disebut dalam bacaan lebih dominan di Sumatera Bagian Barat dibanding Sumatera Bagian Timur.

  3. Dalam teks disebut mengenai Cina (RRC) dan Amerika Serikat (AS). Setelah Perang Dunia II AS dan sekutu-sekutunya banyak membuat organisasi seperti NATO, CENTO, ANZUS, SEATO. SEBAB Amerika Serikat ingin menciptakan batas pertahanan untuk membendung Uni Soviet agar komunisme tidak menyebar ke the free world.

  4. Cina yang dimaksud dalam naskah adalah RRC. Setelah Perang Dunia II yang menjadi pemimpin RRC adalah Mao Tse Tung. Meskipun RRC bertetangga dengan Vietnam yang berideologi komunis, namun Vietnam tidak bersekutu dengan RRC melainkan dengan Uni Soviet. SEBAB Vietnam tidak mau didominasi RRC meskipun dalam bidang budaya Vietnam lebih dekat dengan RRC. Vietnam lebih memiliki komunisme Eropa Timur dan hal ini dinyatakan dengan pengiriman pemuda-pemudanya antara lain ke Jerman Timur untuk studi.


KETERGANTUNGAN BAHAN BAKU IMPOR Kalangan industri memiliki ketergantungan yang besar terhadap bahan baku impor karena pertimbangan kontinuitas pasokan dan biaya transportasi. Hal ini berkaitan dengan ketergantungan Indonesia pada impor pangan. Setiap tahun, Indonesia mengeluarkan devisa hingga Rp 50 triliun untuk mengimpor sejumlah komoditas pangan. Nilai ini mencapai 6 persen dari APBN. Selama ini petani Indonesia dihadapkan pada perubahan iklim yang ekstrem, yaitu kemarau dan hujan. Petani dibiarkan menjadi petani alami tanpa pembinaan untuk bisa mengolah hasil panen menjadi berdaya tahan tinggi. Selain itu, negara kepulauan seperti Indonesia menyebabkan transportasi mahal. Dari data Asia Foundation bulan Maret 2008, rata-rata biaya transportasi di Indonesia mencapai 34 sen dolar AS per kilometer. Apabila dibandingkan dengan Thailand, Vietnam, Malaysia, dan China, rata-rata biaya transportasinya hanya 22 sen dolar AS per kilometer. Selama kepastian pasokan tidak bisa dilakukan dan biaya transportasi hasil pertanian tetap tinggi, industri tetap akan memiliki ketergantungan impor, khususnya bahan baku.


Gunakan Petunjuk A dalam menjawab soal nomor 51 sampai nomor 54.

  1. Kegiatan sebagaimana dikemukakan alinea pertama bacaan di atas akan dicatat di .... (A) neraca modal dalam neraca pembayaran (B) neraca lancar dalam neraca pembayaran (C) neraca perdagangan dalam APBN (D) APBN sebagai pengeluaran (E) APBN sebagai impor pangan

  2. Dalam konsep esensial Geografi, alinea pertama dari bacaan mengandung makna tentang konsep .... (A) lokasi (B) jarak (C) keterjangkauan (D) interaksi dan interdependesi (E) keterkaitan keruangan

  3. Diketahui a adalah nilai dalam persen pada alinea I, jika grafik fungsi y=3cosax digambar pada interval πx5π, maka grafiknya akan memotong sumbu x sebanyak .... kali (A) 1 (B) 2 (C) 3 (D) 4 (E) 5

  4. Diantara rata-rata biaya transportasi di China dan Indonesia disisipi 5 bilangan. Bilangan ini bersama dengan dua bilangan semula membentuk deret aritmatika, maka jumlah dari 100 suku pertama adalah .... (A) 12.200 (B) 12.100 (C) 12.000 (D) 11.900 (E) 11.800


Gunakan Petunjuk B dalam menjawab soal nomor 55.

  1. Dalam naskah disebut bahwa rata-rata biaya transportasi di Indonesia 34 sen dolar perkilometernya. Sementara negara-negara Asia Tenggara lainnya rata-rata hanya 22 sen dollar per kilometernya. Salah satu negara yang disebut dalam teks adalah Vietnam yang berideologi komunis seperti RRC. SEBAB Vietnam sangat dipengaruhi Cina selama berabad-abad terutama dalam bidang ekonomi.


PRODUKSI JAGUNG GORONTALO Para petani Gorontalo pada era 1950 hingga awal 2000 masih membudidayakan jagung varietas lokal. Produktivitasnya sekitar 2 ton per hektare dan bijinya kecil. Jagung yang kini menjadi pakan ternak itulah yang menghidupi para petani. Petani jagung mengalami perubahan drastis sejak 2002 saat Pemerintah Provinsi Gorontalo menjadikan jagung sebagai komoditas andalan. Jagung dipilih karena sebagian besar areal pertanian di daerah itu, 390.929 hektare, adalah lahan kering. Varietas lokal diganti benih hibrida dan komposit untuk mendongkrak produksi. Petani disubsidi pupuk urea dan phonska untuk menggenjot produktivitas hingga 5 ton per hektar. Intervensi pemerintah juga masuk hingga pembukaan pasar, baik antarpulau maupun ekspor. Gubernur Gorontalo mendatangkan para importir dari Malaysia, Filipina, dan Korea Selatan untuk menjajaki pembelian jagung. Harga jagung dipatok Rp700,00 per kg dari sebelumnya Rp400,00 per kg. Perdagangan jagung Gorontalo sangat lancar karena posisi geografisnya strategis, dekat dengan Filipina dan Malaysia. Sampai saat ini, produksi jagung Gorontalo masih di bawah Lampung. Produksi tahun 2008 tercatat 756.980 ton dari areal jagung seluas 156.436 hektar. Volume ekspor tercatat 79.000 ton, 35.000 ton di antaranya dikirim ke Malaysia, 30.000 ton ke Filipina, dan 14.000 ton ke Korea Selatan. Pemasaran antarpulau terdata 98.000 ton, yaitu dikirim ke Surabaya 55.000 ton, Jakarta 32.000 ton, dan Medan 11.000 ton.


Gunakan Petunjuk A dalam menjawab soal nomor 56 sampai nomor 57.

  1. Misalkan semua rincian data ekspor dan pemasaran antarpulau pada alinea keempat merupakan data dengan rata-rata x. Jika data berubah mengikuti pola +1, +4, +7, dan seterusnya, maka nilai rata-rata menjadi .... (A) 29,5 (B) 38 (C) 51 (D) 80,5


Gunakan Petunjuk A dalam menjawab soal nomor 56 sampai nomor 57.

  1. Misalkan semua rincian data ekspor dan pemasaran antarpulau pada alinea keempat merupakan data dengan rata-rata x. Jika data berubah mengikuti pola +1, +4, +7, dan seterusnya, maka nilai rata-rata menjadi .... (A) 29,5 (B) 38 (C) 51 (D) 80,5 (E) 89

  2. Kurva permintaan komoditas yang dibahas dalam bacaan di atas akan bergeser ke kanan bila terjadi perubahan-perubahan berikut ini, KECUALI .... (A) kenaikan pendapatan konsumen (B) kenaikan selera masyarakat terhadap komoditas tersebut (C) penurunan harga komoditas tersebut (D) kenaikan harga singkong (E) bertambahnya jumlah konsumen


Gunakan Petunjuk B dalam menjawab soal nomor 58 sampai nomor 59.

  1. Posisi strategis seperti pada alinea ketiga dari bacaan adalah berdasarkan pada letak absolut. SEBAB Pada bacaan terdapat pernyataan tentang letak yang dekat.

  2. Pada awal abad XV terjadi perebutan kekuasaan antara Sultan Ternate dan Tidore di Indonesia bagian Timur yaitu wilayah-wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo sampai Papua. SEBAB Sultan Ternate dan Tidore ingin menguasai wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo sampai Papua karena komoditi dari wilayah ini sangat diminati para pedagang Eropa.


Gunakan Petunjuk C dalam menjawab soal nomor 60.

  1. Hal yang dinyatakan kalimat kelima alinea ketiga dalam bacaan di atas (ceteris paribus) akan menyebabkan: (1) jumlah komoditas tersebut yang diminta berkurang (2) kurva permintaan komoditas tersebut bergeser ke kiri (3) kurva penawaran tepung maizena bergeser ke kiri (4) penerimaan total petani akan maksimum


Jawaban IPS Terpadu 46–60

46 → C (5)
47 → D (Pernyataan salah, alasan benar)
48 → A (Pernyataan benar, alasan benar, dan berhubungan)
49 → A (Pernyataan benar, alasan benar, dan berhubungan)
50 → A (Pernyataan benar, alasan benar, dan berhubungan)
51 → B (neraca lancar dalam neraca pembayaran)
52 → E (keterkaitan keruangan)
53 → D (4 kali)
54 → C (12.000)
55 → C (Pernyataan benar, alasan salah)
56 → B (38)
57 → D (kenaikan harga singkong)
58 → C (Pernyataan benar, alasan salah)
59 → A (Pernyataan benar, alasan benar, dan berhubungan)
60 → A ((1) dan (2) benar)

Post a Comment

Berkomentar sesuai dengan judul blog ini yah, berbagi ilmu, berbagi kebaikan, kunjungi juga otoriv tempat jual aksesoris motor dan mobil lengkap

Lebih baru Lebih lama